A Bundle of Sticks


Once upon a time, an old man lived with his three sons in a village. The three sons were hard workers. Still, they quarrelled all the time. The old man tried a lot to unite them but he failed. Though the villagers appreciated their hard work and efforts, they made fun of them on their fights.

Months passed by and the old man fell sick. He told his sons to stay united, but they didn’t listen to him. So, he decided to teach them a practical lesson so that they would forget their differences and stay united.

The old man called his sons. He told them, “I will give you a bundle of sticks. Separate each stick and you will have to break each stick into two. The one who breaks the sticks quickly will be rewarded more.”

The sons agreed.

The old man gave a bundle of 10 sticks to each of them and asked them to break each stick into pieces. They broke the sticks into pieces in minutes.

And again they started to quarrel among themselves as to who came first.

The old man said, “Dear sons, the game is not over. Now I will give another bundle of sticks to each of you. You will have to break the sticks as a bundle, not as separate sticks.”

The sons agreed and tried to break the bundle of sticks. Though they tried their best, they could not break the bundle. They failed to complete the task.

The three sons reported their failure to their father.

The old man replied, “Dear sons, See! You could easily break the single sticks into pieces, but you were not able to break the bundle! So, if you stay united, nobody can do any harm to you. If you quarrel every time with your brothers, anyone can easily defeat you. I request you to stay united.”

The three sons understood the power of unity and promised their father that whatever be the situation, they would all stay together.

Bahasa Indonesia:
Pada suatu ketika, ada orang tua yang tinggal bersama ketiga anaknya di sebuah desa. Ketiga anak laki-lakinya  adalah pekerja keras. Tetapi, mereka selalu bertengkar. Orang tua itu mencoba berkali-kali untuk menyatukan mereka tapi gagal. Meskipun penduduk desa menghargai kerja keras dan usaha anak-anak itu, tetapi mereka mengolok-olok mereka karena sering terlibat dalam persengketaan.

Beberapa bulan kemudian orang tua itu jatuh sakit. Dia menyuruh anak-anaknya untuk tetap bersatu, tapi mereka tidak mendengarkannya. Dia lantas memutuskan untuk mengajari mereka pelajaran praktis agar mereka bisa melupakan perbedaan dan tetap bersatu.

Orang tua itu memanggil anak-anaknya. Dia mengatakan kepada mereka, "Aku akan memberi kalian seikat lidi. Pisahkan masing-masing lidi dan kalian harus mematahkan lidi-lidi tadi menjadi dua. Siapa yang mematahkan lidi dengan cepat akan aku beri imbalan lebih banyak."

Anak-anaknya setuju.

Orang tua itu membawa seikat lidi yang berisi 10 lidi dan meminta mereka mematahkan masing-masing lidi itu. Mereka memecahkan masing-masing lidi itu dalam beberapa menit.

Dan seperti yang sudah-sudah mereka mulai bertengkar di antara mereka sendiri siapa yang datang lebih dulu. 

Orang tua itu berkata, "Anak-anakku terkasih, permainannya belum usai. Sekarang aku akan memberikan  setumpuk lidi lagi untuk kalian. Kalian harus mematahkan semua lidi sekaligus, bukan satu persatu seperti tadi."

Anak-anaknya setuju dan mencoba mematahkan seikat lidi. Namun demikian, meskipun mereka mencoba sekerasa apapun, mereka tidak bisa mematahkan seikat lidi itu. Mereka gagal menyelesaikan tugasnya.

Mereka memberitahukan kegagalan mereka pada ayah mereka.

Orang tua itu menjawab, "Anak-anak terkasih, lihat! Kalian bisa dengan mudah mematahkan sebuah lidi menjadi beberapa bagian, tapi kalian tidak bisa mematahkan seikat lidi sekaligus! Jadi, jika kalian tetap bersatu, tidak ada yang bisa mengalahkan kalian. Jika kalian sering bertengkar, siapapun dapat dengan mudah mengalahkan kalian. Aku meminta kalian untuk tetap bersatu."

Anak-anaknya memahami kekuatan persatuan dan berjanji kepada ayah mereka bahwa apapun situasinya, mereka semua akan tetap bersama. 

A Bundle of Sticks Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Yohanes Octa

0 komentar:

Posting Komentar